Polarisasi Dalam Internet - Polarisasi Kelompok

Anggota Kelompok 5:
Dicky Darmawan  (12513421)
Fauziah Fahrenny  (19513880)
Juang Herdiana Muslim  (14513705)
Rahmat Hidayat  (17513183)
Stefi Monica  (18513638) 
Syarah Diniawati  (18513747)

Kata ‘Polarisasi’ nampaknya sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Namun apakah kalian tahu arti dari polarisasi tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), polarisasi berarti 1 proses, perbuatan, cara menyinari; penyinaran; 2 magnetisasi; 3 pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan dsb) yang berlawanan. Dalam hal ini akan dibahas tentang polarisasi kelompok. Polarisasi kelompok mengacu pada kecenderungan suatu kelompok untuk membuat suatu keputusan yang lebih ekstrim dari kecederungan yang akan dilakukan anggotanya secara individual. Keputusan tersebut tentunya akan sangat berisiko jika dilakukan secara individual. Namun, ketika dilakukan bersama-sama akan semakin kuat dan memunculkan pandangan suatu kelompok pada suatu situasi. Dari polarisasi kelompok, dapat terlihat bagaimana perilaku kelompok pada berbagai situasi kehidupan nyata.

Tetapi polarisasi kelompok juga dapat terjadi di dunia maya atau internet. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Di zaman yang serba canggih ini hampir setiap orang sudah menggunakan internet sebagai kebutuhan hariannya, salah satunya untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Sosial media pun berperan penting dalam terjadiya polarisasi kelompok. Sosial media sudah banyak digunaka di dunia sehingga munculah berbagai kelompok di internet atau di jejaring sosial tersebut yang disebut online community. Setelah munculnya kelompok tersebut, otomatis polarisasi pun terbentuk dengan jelas. Dan dalam teori polarisasi kelompok saat ini, dikatakan bahwa internet adalah salah satu aplikasi kehidupan nyata dari polarisasi kelompok dengan social network sebagai contohnya.

Beberapa sosial media yang banyak terjadi polarisasi sehingga membentuk kelompok adalahFacebook dan Twitter. Dalam situs tersebut ditemukan banyak akun-akun yang mengatas namakan dirinya sebagai suatu kelompok/komunitas. Mereka biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Contohnya adalah orang yang menjadi penggemar salah satu artis. Orang tersebut pasti akan mencari berbagai informasi tentang artis yang disukainya kemudian akan membuat atau bergabung dalam suatu komunitas penggemar artis tersebut. Dari contoh diatas sudah jelas bahwa polarisasi dalam internet bisa terbentuk karena persamaan tujuan dan kepentingan yang ingin dicapai. 



Sumber 1    Sumber 2   Sumber 3   Sumber 4  

Related Articles

10 komentar:

  1. terimakasih juang informasi yang diberikan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. thank you juang atas postingannya, sangat bermanfaat sekali loooooooh

    BalasHapus
  3. infonya sudah cukup jelas. sangat bermanfaat:)

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas postingannya yang cukup jelas dan bermanfaat juang :)

    BalasHapus
  5. terimakasih,berikan contok polarisasi kelompok yang ada di INDONESIA ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. contohnya komunitas film sukabumi yang aktif di internet (media sosial), di komunitas ini semua bisa saling tukar informasi dan pengalaman meski tidak harus bertatap muka secara langsung

      Hapus
  6. Terimakasih atas informasinya juang.. Sangat bagus & dapat membantu saya dalam belajar (: semoga bermanfaat..

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas semua komentarnya :)

    BalasHapus
  8. terimakasih juang untuk posting in ur blog :) saya ingin bertanya contoh risiko apa yang akan terjadi jika polarisasi dilakukan secara individual ?

    BalasHapus